- Wisuda Unpatti di MBD Perkuat Komitmen Pembangunan SDM Daerah
- TMMD ke-128 Jadi Motor Pembangunan di Wilayah Terpencil MBD
- Sosialisasi Kepmen KP 89/2025, Kawasan Konservasi Wetar Barat Diperkuat
- Menuju Sang Saka Merah Putih, 88 Siswa MBD ikuti Seleksi Paskibraka 2026
- Bupati MBD Harap Usulan Daerah Terakomodasi dalam Musrenbang RKPD 2026
- Pemkab MBD dan Loka POM Perkuat Keamanan Pangan melalui Rapat Lintas Sektor
- Panen Perdana Padi Ladang di Desa Naumatang, Dorong Wetar Utara Jadi Lumbung Pangan MBD
- Bupati MBD Tekankan Dukungan Penuh OPD pada Pemeriksaan BPK RI
- Bupati MBD Hadiri Jalan Salib Jemaat GPM Tiakur, Tegaskan Penguatan Nilai Iman dan Toleransi
- Melalui Paripurna, DPRD MBD Tetapkan Rekomendasi Strategis atas LKPJ 2025
Lima Arahan Presiden Jokowi Dalam RAKORNAS BNPB Tahun 2020

Tiakur
- malukubaratdayakab.go.id – Dalam rangka
untuk meningkatkan koordinasi dan keterpaduan penyelenggaran
penanggulangan bencana maka Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasioanal Penanggulangan Bencana Tahun 2020
dengan tema : “Bencana Urusan Bersama” yang dilaksanakan di Sentul
Internatitional Convention Center Sentul City Jalan Jenderal Sudirman Cipambuan
Kecamatan Babakan Magang Bogor, Jawa Barat Selasa (04/04/2020). Rapat koordinasi ini dibuka secara langsung
oleh Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo dan dihadiri oleh Bupati
Maluku Barat Daya, Benyamin Th, Noach, S.T beserta seluruh pimpinan daerah se-Indonesia.

Baca Lainnya :
- Pengumuman : Jadwal Pelaksanaan SKD CPNS 2019 Kab. MBD0
- Pengumuman : Pengambilan Kartu Ujian CPNS Kab. MBD2
- Pelatihan Pra Kerja Pembinaan Kesiapan Etika Bekerja Di Perusahaan0
- KPK Gadungan Ditahan POLRES MBD0
- Penyerahan Paket Bantuan Sarana Perikanan Tangkap di Kab. MBD T.A 2019 oleh Bupati MBD0
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan bahwa Presiden Jokowi berpesan agar jangan gagap menghadapi bencana. Menurut Presiden ada sejumlah faktor yang menyebabkan bencana meningkat seperti perubahan iklim.
Lebih lanjut dikatakan Presiden Jokowi dalam arahannya menyampaikan lima point perintah kepada pemerintah pusat dan daerah dalam penanggulangan bencana.
Pertama,
seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah harus bersama-sama, bersinergi
untuk upaya pencegahan, mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan. Pemerintah
daerah perlu melakukan pengendalian tata ruang berbasis pengurangan resiko
bencana. Sigap terhadap potensi ancaman bahaya sesuai dengan karakteristik
wilayah baik geologi, vulkanologi, limbah, hidrometeorologi, biologi dan
pencemaran lingkungan.
Kedua, setiap gubernur, bupati dan walikota harus segera menyusun rencana kontinjensi termasuk penyediaan sarana dan prasarana kesiapsiagaan yang dapat betul-betul dilaksanakanan semua pihak dan harus siap menangani bencana secara tuntas.
Ketiga,
penanggulangan bencana harus dapat dilaksanakan dengan pendekatan kolaboratih
‘Pentahelix’ yaitu kolaborasi antara unsur pemerintah, akademisi dan peneliti,
dunia usaha, masyarakat serta dukungan media massa untuk dapat menyampaikan pemberitaan
kepada publik.
Keempat,
pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus meningkatkan kepemimpinan dan
pengembangan sumber daya manusia yang handal dalam penanggulangan bencana,
penataan kelembagaan yang mumpuni termasuk program dan anggaran yang harus
ditingkatkan sesuai prioritas RPJMN 2020 – 2024.
Kelima,
Panglima TNI dan Kapolri untuk turut serta dalam mendukung upaya penanggulangan
bencana termasuk penegakan hukum. Pengarahan dan dukungan nasional hingga ke
tataran daerah yang dapat bersinergi dengan baik bersama pemerintah pusat dan
daerah. Kalwedo… (Diskominfo-MBD)










